Sabtu, 17 November 2018

Jangan Buru-Buru ke Rumah Sakit! Inilah Ciri-Ciri Kontraksi Palsu


Jangan Buru-Buru ke Rumah Sakit! Inilah Ciri-Ciri Kontraksi Palsu
Ketika hamil, biasanya merasa kesakitan di perut, terutama di bulan ketujuh hingga kesembilan. Rasa yang kerapkali dinamakan kontraksi palsu ini muncul karena kelelahan. Jika ada kontraksi versi palsu, pasti ada kontraksi versi asli yang muncul saat akan melahirkan. Daripada tertipu kontraksi yang tidak asli dan bergegas ke klinik, kenali tanda-tandanya dulu.
1. Durasi yang Sebentar
Saat memasuki bulan kesembilan, mungkin Anda sudah tidak sabar dengan kelahiran anak. Saat ada nyeri perut yang mencengkram, jangan terburu-buru pergi ke bidan. Tunggulah hingga kontraksi berakhir. Selama hal itu berlangsung, lihat durasinya. Silakan ukur dengan stopwatch yang ada di handphone. Kontraksi yang palsu durasinya tidak sampai 1 menit.
2. Hilang saat Anda bergerak
Saat Anda duduk terlalu lama, pinggang dan perut bisa saja alami kontraksi. Perhatikan, apakah rasa nyeri itu langsung hilang saat Anda berdiri ataut tidak. Jika iya, itu bukanlah kontraksi yang asli. Cobalah untuk tidak menahan posisi dalam waktu lama. Jika Anda harus duduk lama karena mencuci baju, ambil jeda setiap 10 menit. Berdirilah dan berjalan-jalan sebentar.
3. Rasa Sakitnya Bisa Dialihkan
Kontraksi palsu yang melilit perut sebenarnya bisa dialihkan dengan cara bersenandung atau menyanyi. Jika Anda merasa perut kaku, coba untuk mengambil napas panjang dan menyanyikan lagu kesukaan. Lihatlah hasilnya, apakah kontraksi itu langsung berhenti atau malah bertambah. Jika nyerinya langsung hilang, maka itu bukanlah kontraksi perut yang asli.
4. Air Ketuban Tidak Pecah
Salah satu tanda akan melahirkan selain kontraksi asli adalah pecahnya air ketuban. Air ketuban bisa bocor perlahan dan tidak Anda sadari. Anda bisa mengeceknya dengan kertas lakmus yang dijual di apotek. Jika kertas ditetesi oleh air ketuban, maka akan berubah warna. Jika tidak berubah warna, maka yang Anda alami hanyalah kontraksi sspalsu.
5. Frekuensi Tidak Teratur
Bawalah selalu stopsswatch dan buku catatan. Tulis frekuensi kontraksi sehingga Anda bisa mengetahui pola datangnya rasa nyeri itu. Jika rasa nyeri pada perut Anda datang lalu menghilang, maka itu adalah kontraksi palsu. Datangnya skontraksi tidak bisa diprediksi dan rasa sakitnya.
6. Tidak Ada Bercak Darah
Bercak darah, air ketuban yang pecah, dan kontraksi adalah tanda-tanda akan melahirkan. Jika pinggang dan perut Anda nyeri, tapi tidak ada bercak darah, santai saja. Tak usah panik dan menelepon bidan. Kontraksi yang palsu itu akan hilang dengan sendirinya, jika Anda berusaha rileks dan bergerak pelan.
Sebagai wanita hamil, Anda pasti merasa nyeri saat terjadi kontraksi. Jika perut kaku dan nyeri, embuskan napas dan coba untuk bersenandung. Pilihan lainnya, silakan Anda berjalan dan sering mengubah posisi tubuh. Ketika nyerinya hilang, maka itu pertanda kontraksi palsu. Catatlah durasi dan frekuensi agar Anda tahu itu kontraksi asli atau bukan.

0 komentar:

Posting Komentar