Kamis, 15 November 2018

3 Alasan Memilih Print Kaos DTG

3 Alasan Memilih Print Kaos DTG

Saat ini banyak orang yang membuat sablon pada kaos yang dipakai. Di Indonesia sendiri, orang-orang yang membuka usaha sablon lebih memilih memakai printer DTG daripada dengan cara manual. Alasannya karena hasil print kaos lebih bagus, menarik, dan juga berkualitas. 

Mengenal Print DTG

Untuk sebagian orang print kaos DTG ini mungkin belum familiar, nah untuk mengetahuinya Anda bisa menyimak penjelasan dibawah ini :

1. Pengertian Print DTG

DTG adalah singkatan dari direct to garment. Di mana sablon DTG ini adalah Mesin cetak yang menggunakan metode tinta yang langsung ke kan (garmen) melalui proses pre-treatment dan nantinya diakhiri dengan proses heatpress. Hasil dari print akan tercetak lebih bagus dan halus dengan berbagai warna yang cerah. Hasil print juga tidak akan luntur karena menggunakan tinta khusus garmen.

Saat ini perkembangan dari print kaos DTG ini semakin berkembang dan juga laris di Indonesia. Awalnya printer DTG lokal hanya mampu mencetak ukuran A4 dan tidak dapat mencetak pada kaos yang berwarna gelap. Lalu kini munculah printer DTG yang dapat mencetak ukuran A3 dan dapat mencetak pada kaos dengan warna apa saja.   

Printer DTG yang sekarang bisa mencetak desain atau print kaos di semua jenis permukaan kaos atau t-shirt, dengan kualitas yang baik seperti kaos yang dijual di distro-distro. Dengan memakai printer DTG ini, Anda bisa mempercepat proses dari produksi kaos yang dipesan.

2. Macam-macam printer DTG

Printer DTG memiliki beberapa macam, diantaranya :

a. Printer DTG lokal Bengkel Print

• Printer DTG A3 New Era
• Printer DTG A3 Super
• Printer DTG A3 Transformer
• Printer DTG A3 New Transformer

b. Printer DTG Import

• Printer DTG Viper
• Printer DTG Anajet
• Printer DTG Epson F2000 Series
• Printer DTG i-dot
• Printer DTG Brother GT-361 &GT-381

Nah khusus untuk printer DTG Import sebenarnya mempunyai banyak jenis, namun beberapa yang ada di atas adalah jenis printer DTG Import yang sering dipakai oleh penyedia jasa sablon atau print kaos. Untuk Anda yang tertarik membuka usaha print kaos, bisa memilih menggunakan printer DTG local, karena harganya lebih terjangkau, kualitasnya juga tidak kalah dengan printer DTG yang import.

Kelebihan sablon kaos DTG

Nah, saatnya membahas mengenai kelebihan print kaos DTG. Kelebihan atau keuntungan dari jenis print ini adalah bisa mencetak desain dengan tingkat kesulitan yang tinggi, misalnya wajah manusia. 

Selain itu juga bisa menerima pesanan atau mencetak kaos dengan jumlah yang lebih kecil atau eceran. Proses pencetakan gambar atau desain juga lebih simpel dan hampir tidak memiliki batasan warna, Anda bisa menerima order dengan deadline yang dekat. 

Itu dia informasi mengenai print kaos, khususnya alasan mengapa memilih print kaos DTG. Tentunya ini akan membuat Anda semakin mengerti jenis print kaos yang bagus yang bisa dipilih untuk kaos Anda.

Senin, 05 November 2018

Hindari 5 Penyebab Stres di Kantor

Hindari 5 Penyebab Stres di Kantor

Kita tahu bahwa tidak semua orang mencintai pekerjaan atau tempat bekerjanya. Namun, bila Anda mencoba bertahan dan menganggap wajar semua hal buruk terjadi, Anda justru berpotensi mengalami stres dan ini akan terbawa kepada aspek kehidupan lainnya.

Artikel ini akan membahas beberapa hal yang dapat menyebabkan Anda stres di kantor atau tempat bekerja. Sadar atau tidak, mungkin beberapa hal di bawah ini pernah atau sedang Anda alami.

1. Atasan yang ‘penuntut’

Dalam pekerjaan, terdapat banyak jenis atasan. Pada dasarnya, atasan akan bersikap dan berperilaku seperti apapun untuk mendapatkan kinerja yang sempurna dari perusahaan. Kecenderungan seperti itu sangat memungkinkan atasan memiliki sikap ‘penuntut’.

Baik secara lembut ataupun dengan cara mendikte, atasan pasti menuntut kualitas pekerjaan Anda. Kondisi seperti ini berpotensi membuat stres. Solusi yang bisa Anda lakukan adalah mencoba memahami alasan atasan dalam menuntut.

Untuk menghindari stes, Anda bisa menilai positif bagaimanapun cara atasan menuntut kualitas kerja. Hindari perasaan merasa gagal dalam menjadi pegawai, karena itu akan membuat Anda kian merasa stres.

2. Konflik dengan rekan kerja

Di mayoritas kantor, Anda ditempatkan di mana seharusnya berada. Artinya, perusahaan menempatkan Anda untuk bekerja sama dengan orang yang tepat. Namun, hal ini tidak selamanya terjadi. Kemungkinan buruk adalah Anda mendapat rekan kerja yang tidak cocok.

Ketidakcocokan dalam bekerja rentan menimbulkan konflik antar pegawai. Konflik berkelanjutan jelas membuat stres dan tidak optimal dalam bekerja.

Solusi dalam hal ini, cobalah tidak membawa sentimen pribadi dalam menjalankan aktivitas kerja di kantor. Sugestikan diri bahwa Anda memiliki kewajiban memberi potensi terbaik dalam bekerja untuk menghidupi perekonomian Anda.

3. Beban kerja

Perampingan jumlah karyawan sering dipilih perusahaan sebagai cara untuk menghemat pengeluaran perusahaan. Namun, ternyata hal ini tidak selamanya berdampak baik untuk perusahaan, khsususnya karyawan itu sendiri. Hal tersebut pastinya menyebabkan beban kerja yang harus ditanggung oleh setiap karyawan menjadi lebih banyak.

Selain beban kerja, hal tersebut dapat membuat jam kerja lebih panjang daripada biasanya. Tentunya hal tersebut dapat memicu stres. Pola hidup karyawan juga akan menjadi tidak teratur, dan ini ada kaitannya dengan pola makan, jatah waktu untuk berolahraga, jatah waktu untuk refreshing di luar jam kantor dan di akhir pekan.
Semuanya dapat membuat Anda bekerja kurang optimal dari sebelumnya, dan selanjutnya hal tersebut berkaitan dengan bagaimana atasan menilai pekerjaan Anda. Nilai buruk dari atasan tentu menambah deretan pemicu stres di lingkungan pekerjaan.

4. Perasaan takut kehilangan pekerjaan

Nilai-nilai yang diberikan perusahaan tentu berpengaruh pada aspek psikologis Anda dalam bekerja. Misalnya, nilai buruk yang diberikan atasan tentu membuat Anda kehilangan rasa percaya diri. Anda akan merasa bahwa posisi di perusahaan menjadi terancam.

Perasaan tersebut sangat mungkin memicu stres dalam bekerja. Rasa takut kehilangan pekerjaan secara tidak langsung akan terus menerus menekan mental. Lalu, bagaimana mengatasinya? Selain terus mencoba menjadi lebih baik, cobalah kesampingkan perasaan takut kehilangan pekerjaan itu. Dalam melakukan setiap tugas, fokuslah pada tujuan dari tugas tersebut tanpa membawa rasa cemas akan penilaian perusahaan.

5. Kurangnya komunikasi

Tempat bekerja mau tidak mau menjadi tempat di mana Anda menghabiskan sebagian besar waktu. Seperti di rumah, bangunlah jaringan komunikasi yang baik di kantor. Kurangnya komunikasi dalam bekerja akan menghadirkan paranoia sendiri dalam benak Anda. Perasaan tersebut akan seperti menyudutkan.

Cobalah menegur rekan kerja dan sering membuka topik di luar pekerjaan dengan rekan kerja, dengan atasan, atau dengan siapapun yang berada di kantor. Hal tersebut akan memberi efek ‘penerimaan’ bagi Anda di perusahaan. Rasa nyaman tersebut akan menghindarkan dari stres berada di tempat kerja.