Senin, 28 Mei 2018

Marc Marquez Merasa Gaya Balapannya Sangat Berbahaya

Marc Marquez

Marc Marquez menyadari bahwa gaya balap miliknya penuh risiko sehingga ia ingin mengganti gaya balapnya.

Marquez tampil gemilang dengan meraih empat gelar juara dunia di lima tahun perdananya di kelas MotoGP. Selain torehan prestasi, Marquez juga dikenal dengan gaya balapnya yang agresif.

Marquez sering terjatuh, terutama saat latihan bebas, untuk mengukur kemampuan maksimal di atas motornya. Tak hanya itu, Marquez juga sering ambil risiko saat turun di lintasan karena ia tak puas jika hanya jadi nomor dua.

Di balik keberaniannya memacu motor, Marquez mengakui bahwa gaya balapnya memang berisiko.

"Memang gaya balap saya sangat berbahaya dan saya ingin coba mengubahnya."

"Bila saya mengalami cedera, maka saya punya peluang untuk absen di balapan hari Minggu," ujar Marquez seperti dikutip dari Auto Bild Spanyol

Marquez pun memasang target lain di luar target jadi juara dunia MotoGP kelima.

"Saya berharap musim depan saya ingin lebih sedikit mengalami kecelakaan dan bisa menjaga kecepatan saya."

"Saat ini gaya balap saya memang seperti yang terlihat, namun (kecelakaan) juga karena faktor motor Honda. Sedikit kesalahan saat menunggangi motor, membuat saya terjatuh ke tanah," kata Marquez .

Jelang musim 2018, masa depan Marquez dengan Honda jadi salah satu hal yang dibicarakan banyak orang. Ada pihak yang yakin bahwa Marquez ingin menguji diri dan mencari tantangan baru di tim lain, namun sejauh ini Marquez menyatakan Honda adalah tim yang selalu mendukung dirinya. 

Rabu, 23 Mei 2018

Marquee player Persib Bandung Dibuatkan Patung



Marquee player milik Persib Bandung, Michael Essien, mendapat kehormatan dibuatkan patung di negara asalnya, Ghana.

Seperti dilansir BolaSport.com dari situs Express, patung Essien didirikan di kota Accra, Ghana.

Patung tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya di dunia sepak bola.

Eks pemain Chelsea itu menyumbang 58 penampilan untuk tim nasional Ghana, serta menjadi bintang di Liga Inggris saat memperkuat The Blues selama sembilan musim.

Namun, penampakan patung Essien tersebut mengundang reaksi negatif karena tampilannya.

Situs Express mendeskripsikan patung tersebut tidak proporsional. Wajah Essien di patung pun tak terukir dengan baik.

Wartawan yang berdomisili di Accra, Fentuo Tahirom, berpendapat serupa.

"Hai, Michael Essien, mari kita tuntut orang yang membuat patung ini," tulis Tahiro di Twitter.

Menurut Tahiro, patung itu sangat buruk, termasuk dibandingkan dengan patung Cristiano Ronaldo yang juga sempat jadi olok-olok.

Patung Ronaldo yang dimaksud berlokasi di Aeroporto Cristiano Ronaldo dan diresmikan pada Maret 2017 lalu.

"Hal terjelek yang pernah saya lihat. Patung ini membuat siapa pun pengukir patung CR7 menjadi seperti Leonardo Da Vinci," ucap Tahiro lagi.

Sejauh ini, Essien sendiri belum berkomentar mengenai patung dirinya. 

Selasa, 01 Mei 2018

Timnas Indonesia Selalu Gelar Laga Tanding di Pulau Jawa, kenapa?



Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, mengungkapkan mengapa pertandingan timnas Indonesia hanya digelar di Pulau Jawa.

Hal itu didasari karena permintaan dari calon lawan timnas Indonesia yang datang ke Tanah Air.

Tercatat, sudah enam pertandingan timnas Indonesia yang digelar di Pulau Jawa selama 2017 ini.

Keenam pertandingan tersebut dilaksanakan hanya di Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Patriot (Bekasi), dan Stadion Wibawa Mukti (Cikarang).

Padahal, masih banyak stadion bertaraf internasional yang ada di Indonesia, seperti Stadion Batakan (Balikpapan), Stadion Aji Imbut (Tenggarong), dan Stadion Jaka Baring (Palembang), ataupun Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Menurut Tisha, pertandingan tersebut sesuai permintaan dari calon lawan timnas Indonesia.

Calon lawan timnas Indonesia yang datang itu harus berpikir berulang kali apabila melanjutkan perjalanan dari Jakarta ke kota-kota lain.

"Lawan yang kami datangkan itu tidak mau travel lagi. Mereka naik bus ke Bandung saja mikir, apalagi pesawat. Perjalanannya secara internasional, secara flight-nya ya begini," kata Tisha.

"Contohnya, dari negara Amerika Selatan yang harus istirahat terlebih dahulu setelah tiba di Jakarta beberapa hari, mereka harus melakukan perjalanan lagi ke daerah lain, lalu istirahat, dan baru melakukan pertandingan. Itu bisa lebih lama di Indonesia," kata Tisha.

Lebih lanjut, Tisha mengatakan bahwa PSSI juga memiliki sebuah aturan apabila mengirimkan timnas Indonesia bertanding di luar negeri.


Setidaknya, peraturan tersebut harus dilaksanakan oleh pengundang yang mendatangkan calon lawannya itu.

Tisha memberikan contoh seperti timnas Islandia yang mau datang ke Indonesia pada Januari mendatang.

Kata Tisha, PSSI sudah menerima apa saja yang diminta oleh negara peserta Piala Dunia 2018 tersebut sebelum tiba di Jakarta.

Dijadwalkan, Islandia akan melakoni dua pertandingan persahabatan di Indonesia.

Lawan pertama adalah Indonesia Selection yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (11/1/2018), dan kedua menghadapi timnas U-23 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (14/1/2018).

"Setiap timnas berbeda-beda, seperti Islandia ini, kami terbangkan ke Jawa, dan mereka harus beristirahat dahulu ketika datang. Setelah itu, baru mereka terbang ke Jawa," kata Tisha.

"Ini lebih kepada regulasinya mereka. Seperti kami, kalau mengirimkan timnas keluar, ya ada aturannya. Sama jadi mereka ada aturannya dan mereka maunya itu di sekitaran Pulau Jawa," ucap Tisha.